Ayu Duyungan Sragen

Berbagi dan Bersedekah Informasi

Arsip untuk Desember, 2009

Kekecewaan Adalah Jeda

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Kekecewaan adalah jeda, judul ini aku buat untuk mengawali ekspresiku kali ini. Pasalnya saya sudah cukup miris dengan kejadian akhir-akhir ini. Banyak berita di Tv yang memberitakan bunuh diri. Mulai yang dari masalah ekonomi sampai percintaan, dari yang masih bocah sampe yang kakek-kakek. Caranyapun beragam, ada yang gantung diri, loncat dari gedung bertingkat/tower, atau bahkan minum obat serangga. Entahlah, kenapa sudah pada tidak percaya sama diri sendiri? Padahal masih ada Tuhan di dalam hidup kita, atau mungkin para pelaku bunuh diri sudah tidak percaya lagi adanya Tuhan? Entahlah, hanya mereka yang tahu kecamuk apa yang ada pada diri mereka sehingga nekat melakukan hal yang jelas-jelas tidak di ridhoi Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ : 29) “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).” (QS. Al-Kahfi ; 6)
Sunnatullahnya adalah bahwa semua manusia pasti mengalami kekecewaan atau stres, kekecewaan ini biasanya terjadi karena merasa apa yang terjadi pada diri kita tidak sesuai dengan apa yang kita cita-citakan. Padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk itu, namun hasilnya tetap mengecewakan.
Sementara itu kekecewaan yang berkepanjangan yang tidak disertai kesiapan mental bisa membuat seseorang menjadi stress atau depresi. Biasanya jika tidak segera terobati maka seseorang bisa kehilangan semangat hidup, gila , atau bunuh diri.
Lingkungan sebenarnya juga sangat berpengaruh akan hal ini, jika seseorang yang stress terlatih dalam lingkungan yang terbuka, kondusif , dan penuh dukungan semangat, maka kejadian stres yang berkepanjangan akan bisa diatasi atau diminimalisirkan. Tentu tidak mudah untuk menciptakan lingkungan yang seperti ini, jika masyarakat kita masih individualistis terutama masyarakat perkotaan.
Kemudian apakah iklas dan keimanan sangat berpengaruh dengan hal ini? Jawabnya jelas Ya. Keimanan seseorang kepada Allah akan membuat para pengidap stres menjadi lebih tenang, sebab dengan keimanan yang kuat seseorang akan yakin dan percaya bahwa Allah akan menolongnya, dan akan segera bangkit dari kekecewaan yang dia alami.
Sedangkan rasa iklas, akan membentuk mental seseorang menjadi lebih siap menerima apapun yang akan terjadi. Hal in I dikarenakan apapun yang dia lakukan semata –mata karena Allah dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah, dan apa yang diputuskan oleh Allah menjadi keputusan yang terbaik untuknya sekalilpun keputusan itu menyakitkan.
Sesungguhnya kekecewaan itu adalah jeda, yakni jeda untuk bermuhasabah diri dan jeda untuk kembali mengatur strategi bangun dari keterpurukan.
Jeda untuk bermuhasabah diri adalah saat yang manjur untuk mengetahui apa yang terjadi selama ini, sudah benar atau salahkanh yang telah kita lakukan? Disinilah kita bisa meng-evaluasi diri dan belajar untuk ikhlas dari apa yang terjadi. Bahkan jika sudah mengetahui hikmahnya kita bisa berbalik mensyukurinya sepahit apapun kekecewaan itu.
Jeda untuk mengatur kembali strategi bangun dari keterpurukan. Ini sangat penting, karena kita butuh planning yang matang untuk sukses, dan bertindak lebih tepat, guna meminimalisir kegagalan.
Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, kita hanya bisa berusaha sedangkan hasil akhir usaha kita adalah hak mutlak Allah untuk menentukannya. Motivasinya adalah melakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan, ketawakalan, kesabaran, dan keiklasan.

Kecewa untuk Jeda

Keluhku slimuti kecewaku
Tangisku hiasi kecewaku
Marahku bumbui kecewaku
Amukku luapkan kecewaku
Dan malu parahkan kecewaku
Tapi bukankah ini jeda
Rehat sejenak dari keterengahan
Ya, ini adalah jeda
Rehat sejenak lewat renugan
Ini memanglah jeda
Rehat sejenak tuk kembali jalan
Jeda……………
akhirnya ku temukan keikhlasan

Jimbaran, 8 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hujan Milik Semua

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Tak terasa baru semalem aku menulis betapa hotnya suasana di Jimbaran tempat aku tinggal sekarang. Akhirnya dengan penuh rasa syukur aku panjatkan kepada Allah karena pagi sekitar pukul 05.00 waktu subuh hujan mulai turun.
Rintikannya yang lembut begitu meneduhkan hatiku, siramannya yang terdengar mulai mendinginkan rasa gerah yang menyelemuti kami selama ini. Em …begitu nikmat suasananya, lama aku tidak merasakan suasana seperti ini.
Ketika matahari mulai terbit hujanpun mulai mereda, sisa-sisa rintikan hujan masih terasa,t erlebih saat ku lihat dedaunan yang mulai menggeliat menampakkan kesegarannya setelah sekian lama pucat pasi kekeringan. Burung-burung yang berkicau terasa labih merdu terdengar, seolah kicauannya menyenandungkan selamat datang kesejukan.
Tidak hanya itu, tanah-tanah kering yang nelo berbulan-bulan mulai menumbuhkan tunas hijau rerumputan, belalak mata sapi yang berada di pojok halaman rumah tetangga terlihat lebih bergairah oleh lezatnya pemandangan itu, maklum mungkin si sapi sudah tak sabar lagi untuk memakan rumput-rumput segar yang selama ini hilang dari pandangan dan hidanganya. Hujan memang milik semua.
Bunga yang lama hilang dari segarnya kini terlihat meliuk indah bersama tangkainya, begitu pula sang kumbang dan kupu-kupu sangat amat sedap menghisap sari pati bunga. Semua happy and happy. Hujan memang untuk semua.
Walaupun hujan turun sekejap, tapi mampu memberi berjuta kebahagiaan bagi semua. Menghilangkan dahaga bagi yang haus, menyejukkan bagi yang kepanasan, menghijaukan bagi yang kekeringan, dan menumbuhkan bagi tunas-tunas yang telah lama hilang. Rasanya aku jadi ingin seperti hujan. Dimana kehadirannya sangat dirindukan, dan kehadirannya sangat menyejukkan bagi siapapun. Tentu aku harus selalu belajar dari hal ini. Semoga bisa. Amin.
Semoga Allah selalu menurunkan hujan yang penuh keberkahan bagi hamba-hambanya. Dan kita senantiasa bersyukur atas apa dan seberapapun karuniannya. Karena itulah kebahagiaan kita.
O ya hampir lupa, sering saya mengamati bahwa tanaman yang tersiram air hujan akan jauh lebih segar di banding dengan siraman air sumur atau selain air hujan. Selain itu tunas-tunas tanamanpun akan jauh lebih cepat tumbuh karena air hujan. Mungkin dikarenakan air hujan masih natural belum tercampur dengan segala macam zat yang ada di bumi, juga karena hujan penuh dengan keberkhan Allah SWT.
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keuarkan pula)zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang beriman.”(Qs.6:99)
Begitu jelas Allah menerangkan ayat-ayatnya, silakan amati sendiri dan temukan relevansinya dengan ayat di atas.
Subhanallah…smoga aku slalu bisa smart and saleha.

Jimbaran, 5 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hot

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Hot! Bener-bener hot cuaca akhir-akhir ini. Tidak hanya di siang hari melainkan juga di malam hari. Maka pantas jika keringat sering berkucuran membasahi tubuh ini.
Udara yang begitu panas ditambah lagi dengan lingkungan hijau yang mulai kering makin membuat suasana panas ini terasa menyengat. Tak tahu kenapa hujan belum juga turun, padahal sudah cukup lama kami menantikannya.
Selain itu air yang seharusnya lancar juga ikut memanaskan kami (suasana hati kami) hal ini dikarenakan air sering mati dengan alasan sumurnya kering. Mau gak mau harus jarang mandi, itung-itung irit air demi prioritaskan kebutuhan lain seperti memasak, cuci baju / piring, maupun kebutuhan B-OL. Maka akhirnya yang terjadi adalah bau badan yang memukau ditengah suasana yang hot!
Mau gak mau biar tetep enjoy dengan kondisi isi adalah iklas, bersyukur dengan kondisi yang ada dan tetap berusaha untuk mendinginkan hati serta fikiran.
Sering juga terpancing mengeluh dengan kondisi ini, tapi toh gak pernah membuahkan hasil dan makin membuat suasan panas dan hampa. Sehampa lagunya ungu, he-he…
Oya, ada yang lebih lucu lagi, bila panas-panas gini banyak orang mencari topi atau penutup kepala lainnya agar tidak kepanasan di siang hari saat keluar rumah, eh lakok suamiku malah menggunduli kepalanya ampe plontos, gak panas mas?!
Ada hikmah dari setiap kejadian, ada hikmah dari setiap apa yang kita dapatkan. Kita harus terus menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah, serta selalu tolabul ‘ilmi dari keluasan ilmunya, tentu supaya kita bisa selalu istiqomah di jalan-Nya, ridho dan sabar akan ujian-Nya, bersyukur apapun yang dikaruniakan-Nya, serta iklas akan semuanya yang telah terjadi pada diri kita.
Panas-panas gini enaknya minum es, mendingan sekarang bagi yang mau silakan buka kulkas masing-masing dan nikmati kesegarannya. Setuju…?!!!
He…….Kalo dah pada minum es, mendingan sekarang kita bahas aja manfaat adanya musim panas alias kemarau ini. Panas bagi sebagian orang sangat ditunggu-tunggu, terutama bagi kalangan industri yang menjadikan panas sinar matahari sebagai salah satu factor utama pendukung produksinya, seperti industri krupuk, mie, batu bata, dll. Sedangkan bagi rumah tangga biasa dipakai buat jemur pakaian, ngeringin kasur,sama…..apa ya? O ya, sama jemur nasi bila sisa, he-he…..Selain itu panas sinar matahari juga sangat dibutuhkan bagi banyak tumbuhan, terutama bagi kelangsungan fotosintesis. Tak terasa udah isa’, sekarang cukup dulu nulisnya.

Jimbaran, 4 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »