Ayu Duyungan Sragen

Berbagi dan Bersedekah Informasi

Peranan Positif Wanita Menggunakan Internet.

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 9, 2010

Saya adalah seorang istri yang baru beberapa bulan belajar internet sebelum kasus Prita Mulyasari mencuat ke publik. Ketertarikan saya terhadap internet dipicu oleh seringnya suami berselancar di dunia maya ini, suami sering meng-update banyak hal dari sini, mulai dari mencarikan saya resep makanan, fashion catalog, karya-karya sastra, ilmu keagamaan, maupun informasi lainnya yang sangat bermanfaat bagi kami. I like it! sampai akhirnya saya memutuskan untuk belajar internet agar bisa berselancar sendiri di dunia ini dan suamipun dengan senang hati membimbing dan mengajari saya menggunakan fasilitas ini. Akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai bisa menggunakan internet sendiri.
Tapi sayang, trauma tiba-tiba melanda saya sejak kasus Ibu Prita mencuat ke public. Saya jadi takut untuk ber-ekspresi terutama di blog pribadi saya. Sungguh saya benar-benar takut, takut jika mengalami hal yang sama seperti Ibu Prita yang terjerat UU ITE. Sampai-sampai karena hal ini saya menghapus tulisan saya di blog yang bersifat opini dan sedikit mengkritisi salah satu pelayanan publik di negeri ini. Kasus Ibu Prita betul-betul berdampak trauma bagi saya, mungkin juga para ibu-ibu lainnya.
Hari berganti hari, rasa trauma itu masih melekat,terlebih tayangan televisi terus menerus meng-ekspos kasus Prita Mulyasari. Seolah trauma itu sulit untuk dihilangkan, pengalaman Ibu Prita masuk bui selama 2 minggu terus membayangiku dan akhirnya hari-hari ku pun fakum dari tulis-menulis.
Akhirnya bulanpun berganti bulan, kasus Ibu Prita belum jua selesai. Sementara itu mau tidak mau aku harus mengikuti kasus ini karena hampir di setiap berita kasus ini selalu muncul dan semakin seru. Sampai akhirnya muncullah gerakan koin keadilan bagi Prita. Disinilah pelajaran berharga dapat saya petik, dan rasa traumapun perlahan menghilang menjadi sebuah motivasi baru untuk terus berkarya lewat tulis-menulis.
Pada moment gerakan koin keadilan bagi Prita sungguh membuka mata saya bahwa tidak pantas jika saya ataupun ibu-ibu lainnya trauma akan kasus ini, pasalnya justru dari seorang ibu dengan email-nya keadilan di Indonesia mulai menggeliat. Kalau bukan karena keluhan Ibu Prita yang di tulis lewat email mungkin masyarakat kita masih adem ayem saja dengan ketidak adilan di negeri ini, nah melalui seorang Ibulah hampir seluruh masyarakat Indonesia mulai berani bergerak dan berpartisipasi aktif menyuarakan keadilan bagi rakyat kecil, dan itu sudah diwujudkan melalui gerakan koin keadilan bagi prita. Dimana gerakan ini bisa di galang juga melalui dunia maya, seperti facebook dan twitter. Maka pantaslah jika kita terus menggunakan fasilitas internet, karena memotivasi kita untuk terus berselancar menyuarakan kebenaran dan ber-ekspresi lainnya di dunia yang satu ini. Sekaligus menunjukkan pentingnya internet bagi kita .
Sementara itu di era globalisasi yang makin menggila ini peran teknologi informasi sangat berpengaruh. Dimana kini hampir semua elemen masyarakat dunia sudah mulai meninggalkan cara-cara manual untuk mengembangkan potensi diri. Bahkan sebagian anak-anakpun sudah tidak mengenal dolanan-dolanan tradisional, karena permainan yang mengasikkan bisa dengan mudah dimainkan melalui hand phone, maupun game on line lainnya. Tentu ini terjadi tak lepas dari perkembangan dunia tekhnologi yang sudah jauh berkembang pesat mendominasi segala akses kehidupan manusia. Nyaris segala kebutuhan manusia bisa dipermudah secara instan dengan adanya teknologi. Internet adalah salah satu akses informasi yang paling digilai manusia saat ini, di mana segala informasi yang menujang potensi diri maupun yang dibutuhkan manusia dapat dengan mudah diakses di sini.
Internet sangat digilai saat ini, hampir seluruh elemen masyarakat menggunakannya, tidak hanya digunakan oleh para politisi, mahasiswa, dan para terdidik lainnya, tapi juga di gunakan oleh para anak-anak dan ibu rumah tangga. Oleh karena itu internet bak makanan pokok yang harus ada dan selalu ada saat manusia merasakan lapar akan kebutuhan informasinya. Bahkan internet sudah menjadi nyawa bagi sebagian penggunanya yakni mereka yang bermata pencaharian/mengelola bisnis melalui internet.
Sebenarnya sangat layak jika berjuta jempol kita acungkan terhadap keberadaan internet. Banyak yang mengakui bahwa keberadaannya sangat membantu manusia, baik membantu dari segi kemudahan meng-akses informasi, menciptakan peluang bisnis baru, maupun kemudahan dalam menjalin tali silaturohim baik melaui face book, twitter, dan juga friendster. Namun apakah itu saja yang perlu kita kritisi dari keberadaan internet? tentu saja tidak, sebab faktanya keberadaan internet juga membawa dampak negative bagi para penggunanya. Situs porno misalnya, bisa dengan mudah diakses oleh siapapun, baik tua, muda, bahkan anak-anak. Tentu hal ini akan menciptakan iklim negatif bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri dan tentu saja ini tidak boleh kita biarkan.
Nah sekali lagi saya adalah seorang wanita, tepatnya adalah seorang istri yang sedang menanti kehadiran generasi-generasi penerus dari rahim saya sendiri. Tentu di sini saya sangat menginginkan anak-anak ataupun generasi penerus yang akhlakul kharimah, berprestasi, berguna bagi keluarga dan lingkungan terutama islam, serta istiqomah di jalan Allah. Nah, disini saya tidak mau perkembangan dunia maya ini mengancam moral dan iman generasi penerus kita yang notabennya adalah generasi penerus umat nabi Muhammad SAW. Lantas apa yang harus kita lakukan sebagai seorang istri, Ibu, maupun calon ibu lainnya?
Saya sempat miris saat ada sebuah cerita dimana seorang anak dengan asyiknya memainkan laptopnya di dalam kamar, saat di tanya oleh sang ibu sedang apa dia maka iapun menjawab sedang belajar. Karena sang ibu buta akan teknologi maka percaya saja dengan jawaban anaknya, padahal ternyata sang anak sedang membuka situs porno. Nah, satu kisah ini harusnya cukup mewakili kewaspadaan kita terhadap perkembangan orang-orang di sekeliling kita. Sekuat tenaga kita harus mau belajar mengikuti perkembangan tekhnologi, tentu ini banyak tujuan. Selain untuk mengembangkan kualitas kita, kita juga bisa mengontrol lingkungan kita terhadap tekhnologi internet. Kita bisa lebih waspada apa saja yang dilakukan anak-anak kita, suami kita, maupun saudara-saudara kita dengan laptopnya. Paling tidak kita bisa mengingatkan jika salah satu dari orang terdekat kita menyalahgunakan internet. Oleh karena itu kita jangan tertinggal dan ditinggalkan begitu saja oleh tekhnologi, jika itu sampai terjadi maka kita para istri atau ibu akan mudah dibodohi oleh lingkungan yang tidak sehat yakni mereka para penyalah guna internet.
Bagaimanapun sekarang adalah jamannya tekhnologi/internet mau tidak mau kita akan bersinggungan dengan hal ini, maka jangan biarkan moral orang terdekat maupun bangsa kita rusak karena ini, kewajiban kita para istri maupun ibu untuk mendampingi, dan mengarahkan penggunaan internet secara baik. Agar tercipta generasi yang maju, berkualitas, intelek, beriman, dan bertaqwa kepada Allah.
Motivasinya adalah jadilah istri yang kuat di balik suami yang hebat, dan jadilah ibu yang kuat di balik anak yang hebat!
Terakhir ketahuilah bahwa Allah sangat memuliakan keberadaan wanita, itu artinya keberadaan kita kaum wanita di dunia ini sangat penting. Terutama untuk mendidik generasi kita menjadi generasi yang qur’ani dan robbani.

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. ( Qs.An Nisaa’:124)

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Perayaan Paling Mak Nyos di Tahun Baru

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 2, 2010

Malam pergantian tahun atau lebih tepatnya malam tahun baru. Siapa sih yang gak heboh dengan moment ini? Hampir seluruh manusia di dunia ini merayakannya, baik tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan mupun bencong sekalipun. Ini adalah perayaan penuh moment dan satu-satunya perayaan yang bisa dinikmati seluruh masyarakat dunia, tak kenal kasta, ras, suku, maupun agama. Di malam inilah kekompakan seluruh masyarakat  dunia terbukti.

Bisa di pastikan 90% tata cara perayaan malam pergantian tahun baru sama di seluruh dunia. Umumnya pesta kembang api menjadi sarana perayaan paling favorit menyambut malam pergantian tahun ini. Gemerlap sinar kembang api yang penuh warna cemerlang seolah menjadi motivasi masyarakat dunia untuk semakin mencemerlangkan kehidupan manusia di satu tahun kedepan. Maka akan sangat hampa jika detik-detik pergantian tahun baru terlewati begitu saja tanpa adanya pesta kembang api.

Minum-minuman keras, dan aksi gank motor juga mewarnai malam perayaan pergantian tahun baru. Biasanya anak-anak muda lebih meminati dan mendominasi hal ini. Bisa kita lihat aksi anak-anak muda ini di pos-pos ronda, warung-warung, maupun di jalan-jalan. Sontak hal ini yang membuat aparat kepolisian selalu waspada dan menerjunkan personilnya guna mengamankan situasi, pasalnya kegiatan anak muda yang seperti ini rawan akan kerusuhan yang merugikan banyak masyarakat.

Nah tak ketinggalan terompet raksasa hasil karya warga banyumas, Jawa Tengah ikut memeriahkan malam tahun baru. Jelas terompet raksasa yang diusung sekitar 20 orang ini sangat menghibur masyarakat. Pembuatan terompet raksasa ini bisa dikatakan jauh lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar hura-hura gak jelas seperti mabuk-mabukkan, judi dan lain-lain.

Sementara di Bali sendiri wisata pantai Kuta menjadi tempat yang sangat meriah dan sangat diminati warga wisatawan untuk merayakan tahun baru. Pesta kembang api begitu gemerlap menghiasi detik-detik malam pergantian tahun. Banyak warga setempat maupun wisatawan domestik maupun asing mengaku senang and very-very happy bisa merayakan tahun baru di pantai Kuta. Dan ratusan manusia memadati kawasan ini.

Sedangkan di Jimbaran, Nusa Dua, Bali sejak beberapa hari yang lalu sering terdengar suara mercon maupun kembang api, hal ini masyarakat lakukan jauh-jauh hari guna menyambut dan memeriahkan tahun baru. Nah, pas malam menjelang pergantian tahun bunyi petasan maupun kembang api terdengar nyaris tak ada jeda. Meskipun di kawasan jimbaran sendiri, tepatnya depan gapura Taman Griya beberapa pedagang petasan terkena razia polisi. Selain itu di kawasan Jimbaran ini terlihat jelas fenomena alam unik, di mana saya secara langsung bisa menyaksikan purnama bulan yang begitu indah, uniknya purnama bulan ini dihiasi lengkungan cahaya warna-wari lebih dari 180 derajat memayungi bulan dan terlihat seperti pelangi. Pokok’e apik’e pol!

Malam tahun baru 2010, banyak hal yang aku saksikan dimana dan bagaimana masyarakat menyambut kedatangannya. Namun aku sedih karena aku secara pribadi dan masyarakat di sekitar kita belum bisa memaknainya secara arif, umumnya tahun baru hanya sekedar malam kembang api, dan malam pesta pora. Sedih….

Paling tidak ada sedikit yang membuat aku bahagia, karena ada salah satu stasiun televisi swasta kita yang memaknai tahun baru dengan sajian berbeda dari stasiun televisi lainnya. Jika televisi lain menayangkan film-film seperti Spiderman, maupun sajian panggung musik, maka TV yang satu ini mau meliput acara perenungan malam tahun baru sekaligus mendo’akan almarhum KH. Abdurrahman Wahid yang dibungkus dalam sebuah pengajian akbar. Meskipun tidak menayangkan sepenuhnya, paling tidak bisa sedikit membuka mata kita bagaimana seharusnya memaknai malam tahun baru secara arif dan bermanfaat. Dan menurutku pengajian akbar ini paling mak nyos untuk ditradisikan di malam-malam tahun baru berikutnya. Karena dengan ini kita bisa merenungi kesalahan-kesalahan kita di satu tahun lalu, sekaligus bersyukur atas sgala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Selain itu kita juga mendapatkan ilmu baru sebagai bekal menyongsong tahun depan. Nah habis ikut renungan/pengajian silakan ber-eforia dengan kembang api and happy-happy, tapi tetep jangan kebablasan!

Allahu Akbar!

Jimbaran, Bali,  1 Januari 2010

Dwi Rahayu

Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »

Koin Prita adalah Wajah Kita

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 2, 2010

Ucap syukur yang mendalam begitu kompak diucapkan masyarakat Indonesia menyambut Prita Mulyasari yang baru saja siang tadi mendapat anugrah vonis bebas dari pengadilan negeri Banten. Sujud syukur dengan khusu’ Prita lakukan sesaat setelah vonis bebas dikabulkan oleh hakim. Seolah hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi Prita Mulyasari. Dan sekaligus menjadi hari yang membahagiakan pula bagi para pendukung Prita.

Kasus Prita Mulyasari sudah berlangsung kurang lebih satu setengah tahun. Berawal dari keluhan Prita terhadap pelayanan Rumah Sakit OMNI International yang dirasa merugikan bagi Prita kala itu. Tanpa disadari oleh Prita keluhan yang ia tulis melalui email dan ia kirimkan ke beberapa temannya ternyata berbuntut panjang. Hingga Prita dilaporkan ke Polisi oleh pihak Rumah Sakit OMNI atas tuduhan pencemaran nama baik. Tak tanggung-tanggung kasus Prita di jerat dengan UU ITE baik pidana maupun perdata.

Venomena gerakan koin keadilan-pun tiba-tiba muncul di tengah masyarakat seiring vonis sidang  perdata Prita yang mengharuskan Prita membayar denda sebesar Rp 204 juta. Ini bukan jumlah yang sedikit, dan tentu sangat mengoyak rasa keadilan masyarakat khususnya rakyat kecil. Hal inilah kemudian membuat masyarakt bergerak memberikan dukungannya kepada Prita hingga lahirlah “Gerakan Koin Keadilan”. Dimana gerakan ini menjadi symbol rasa haus masyakat kecil akan keadilan di negeri ini. Maka dari itulah seluruh elemen masyarakat baik tua-muda, kaya-miskin, berbondong-bondong menyumbangkan koin yang mereka punya, bahkan banyak dari mereka dengan rela membawa celengannya untuk Prita. Selain itu para pelajar dari TK hingga perguruan tingga juga tak kalah semangat menyumbangkan uang saku mereka.

Sikap kritis mayarakat terhadap kasus ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mungkin masyarakat sudah muak dengan keadilan yang sulit ditegakkan di negeri ini. Terlebih keadilan bagi rakyat kecil yang sering terabaikan. contoh lain kasus Nek Minah yang hanya mengambil 3 buah kakau harus berurusan panjang dengan Polisi, Nek Minah yang tergolong wong cilik begitu mudah terjerat pasal pencurian, dan dengan mudah menerima vonis bersalah. Bukan bermaksud membela Nek Minah yang sudah terang mengaku mengambil kakau tanpa ijin (Nek Minah memang bersalah), yang kita miriskan adalah hukum di Indonesia belum adil karena umumnya hanya tajam dan ampuh buat rakyat kecil sedangkan buat penjahat kelas kakap seperti koruptor sangat tumpul seolah hukum tak pernah terasah ketajamannya.

Kembali ke kasus Prita, amat disayangkan beberapa tokoh politik yang dulu gencar mendukung Prita seperti Ibu Megawati, dan Yusuf Kalla kini tenggelam entah kemana. Bisa dikatakan kasus Prita dulu sempat menjadi ajang rebut simpatik para capres di Pilpres 2009. Huh!sekarang setelah Pilpres usai beberapa wajah tokoh Politik kita yang dulu mendukung Prita kini tak lagi menunjukkan dukungan. Entahlah, apa memang seperti inlah wajah asli mereka atau memang banyak kesibukan?

Dalam kasus inilah keadilan masyarakat yang selama ini terinjak-injak mulai bisa bergeliat. Jika selama ini rakyat bungkam atas segala ketidak adilan maka tidak untuk kali ini, walupun hanya dengan segelinding koin yang tidak seberapa nilainya tapi akumulasi kekuatannya mampu mendobrak dan melawan rasa ketidak adilan yang selama ini terus terjadi di tengah masyarakat kita. Yah, inilah koin, tak seberapa nilainya, bahkan kadang dipandang sebelah mata. Dan koin adalah gambaran masyarakat bawah yang sering terpinggirkan oleh berjuta-juta kepentingan para penguasa. Tapi ingat! meskipun kecil dan tak seberapa nilainya jika dikumpulkan koin bisa menembus angka fantastis seperti yang terjadi pada gerakan koin keadilan bagi Prita yang mampu mengumpulkan koin lebih dari Rp 600 juta. Fantastis!!! Begitu pula suara rakyat, jika sudah bersatu maka aral rintangan sebesar apapun akan mudah teratasi, termasuk tegaknya keadilan itu sendiri.

Cukup jelas bukan bahwa rakyat adalah penegak hukum yang paling kritis, adil, dan setia. Rakyat pulalah yang paling ikhlas memberikan segala dukungannya demi tegaknya keadilan di negeri ini. Rakyat tak menuntut apapun dari apa yang mereka lakukan, yang rakyat inginkan hanya satu tegaknya keadilan dalam segala hal. Ini sudah terbukti dari dukungan rakyat terhadap Prita.

Banyak hal yang harus kita ambil dari kasus Prita Mulyasari, Ibu yang sekarang sedang hamil 3 bulan ini menjadi      Icon keadilan rakyat kecil, ia juga telah membuka mata kita bagaimana wajah-wajah dari beberapa politisi di negeri ini, ia pula telah menggerakkan hati masyarakat untuk terus berjuang menegakkan keadilan meskipun dengan hal yang sangat kecil. Kita memang rakyat kecil tapi suara kita besar karena suara kita adalah suara Tuhan!.

Allahu Akbar

Jimbaran, 29 Desember 2009

Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kekecewaan Adalah Jeda

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Kekecewaan adalah jeda, judul ini aku buat untuk mengawali ekspresiku kali ini. Pasalnya saya sudah cukup miris dengan kejadian akhir-akhir ini. Banyak berita di Tv yang memberitakan bunuh diri. Mulai yang dari masalah ekonomi sampai percintaan, dari yang masih bocah sampe yang kakek-kakek. Caranyapun beragam, ada yang gantung diri, loncat dari gedung bertingkat/tower, atau bahkan minum obat serangga. Entahlah, kenapa sudah pada tidak percaya sama diri sendiri? Padahal masih ada Tuhan di dalam hidup kita, atau mungkin para pelaku bunuh diri sudah tidak percaya lagi adanya Tuhan? Entahlah, hanya mereka yang tahu kecamuk apa yang ada pada diri mereka sehingga nekat melakukan hal yang jelas-jelas tidak di ridhoi Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ : 29) “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).” (QS. Al-Kahfi ; 6)
Sunnatullahnya adalah bahwa semua manusia pasti mengalami kekecewaan atau stres, kekecewaan ini biasanya terjadi karena merasa apa yang terjadi pada diri kita tidak sesuai dengan apa yang kita cita-citakan. Padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk itu, namun hasilnya tetap mengecewakan.
Sementara itu kekecewaan yang berkepanjangan yang tidak disertai kesiapan mental bisa membuat seseorang menjadi stress atau depresi. Biasanya jika tidak segera terobati maka seseorang bisa kehilangan semangat hidup, gila , atau bunuh diri.
Lingkungan sebenarnya juga sangat berpengaruh akan hal ini, jika seseorang yang stress terlatih dalam lingkungan yang terbuka, kondusif , dan penuh dukungan semangat, maka kejadian stres yang berkepanjangan akan bisa diatasi atau diminimalisirkan. Tentu tidak mudah untuk menciptakan lingkungan yang seperti ini, jika masyarakat kita masih individualistis terutama masyarakat perkotaan.
Kemudian apakah iklas dan keimanan sangat berpengaruh dengan hal ini? Jawabnya jelas Ya. Keimanan seseorang kepada Allah akan membuat para pengidap stres menjadi lebih tenang, sebab dengan keimanan yang kuat seseorang akan yakin dan percaya bahwa Allah akan menolongnya, dan akan segera bangkit dari kekecewaan yang dia alami.
Sedangkan rasa iklas, akan membentuk mental seseorang menjadi lebih siap menerima apapun yang akan terjadi. Hal in I dikarenakan apapun yang dia lakukan semata –mata karena Allah dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah, dan apa yang diputuskan oleh Allah menjadi keputusan yang terbaik untuknya sekalilpun keputusan itu menyakitkan.
Sesungguhnya kekecewaan itu adalah jeda, yakni jeda untuk bermuhasabah diri dan jeda untuk kembali mengatur strategi bangun dari keterpurukan.
Jeda untuk bermuhasabah diri adalah saat yang manjur untuk mengetahui apa yang terjadi selama ini, sudah benar atau salahkanh yang telah kita lakukan? Disinilah kita bisa meng-evaluasi diri dan belajar untuk ikhlas dari apa yang terjadi. Bahkan jika sudah mengetahui hikmahnya kita bisa berbalik mensyukurinya sepahit apapun kekecewaan itu.
Jeda untuk mengatur kembali strategi bangun dari keterpurukan. Ini sangat penting, karena kita butuh planning yang matang untuk sukses, dan bertindak lebih tepat, guna meminimalisir kegagalan.
Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, kita hanya bisa berusaha sedangkan hasil akhir usaha kita adalah hak mutlak Allah untuk menentukannya. Motivasinya adalah melakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan, ketawakalan, kesabaran, dan keiklasan.

Kecewa untuk Jeda

Keluhku slimuti kecewaku
Tangisku hiasi kecewaku
Marahku bumbui kecewaku
Amukku luapkan kecewaku
Dan malu parahkan kecewaku
Tapi bukankah ini jeda
Rehat sejenak dari keterengahan
Ya, ini adalah jeda
Rehat sejenak lewat renugan
Ini memanglah jeda
Rehat sejenak tuk kembali jalan
Jeda……………
akhirnya ku temukan keikhlasan

Jimbaran, 8 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hujan Milik Semua

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Tak terasa baru semalem aku menulis betapa hotnya suasana di Jimbaran tempat aku tinggal sekarang. Akhirnya dengan penuh rasa syukur aku panjatkan kepada Allah karena pagi sekitar pukul 05.00 waktu subuh hujan mulai turun.
Rintikannya yang lembut begitu meneduhkan hatiku, siramannya yang terdengar mulai mendinginkan rasa gerah yang menyelemuti kami selama ini. Em …begitu nikmat suasananya, lama aku tidak merasakan suasana seperti ini.
Ketika matahari mulai terbit hujanpun mulai mereda, sisa-sisa rintikan hujan masih terasa,t erlebih saat ku lihat dedaunan yang mulai menggeliat menampakkan kesegarannya setelah sekian lama pucat pasi kekeringan. Burung-burung yang berkicau terasa labih merdu terdengar, seolah kicauannya menyenandungkan selamat datang kesejukan.
Tidak hanya itu, tanah-tanah kering yang nelo berbulan-bulan mulai menumbuhkan tunas hijau rerumputan, belalak mata sapi yang berada di pojok halaman rumah tetangga terlihat lebih bergairah oleh lezatnya pemandangan itu, maklum mungkin si sapi sudah tak sabar lagi untuk memakan rumput-rumput segar yang selama ini hilang dari pandangan dan hidanganya. Hujan memang milik semua.
Bunga yang lama hilang dari segarnya kini terlihat meliuk indah bersama tangkainya, begitu pula sang kumbang dan kupu-kupu sangat amat sedap menghisap sari pati bunga. Semua happy and happy. Hujan memang untuk semua.
Walaupun hujan turun sekejap, tapi mampu memberi berjuta kebahagiaan bagi semua. Menghilangkan dahaga bagi yang haus, menyejukkan bagi yang kepanasan, menghijaukan bagi yang kekeringan, dan menumbuhkan bagi tunas-tunas yang telah lama hilang. Rasanya aku jadi ingin seperti hujan. Dimana kehadirannya sangat dirindukan, dan kehadirannya sangat menyejukkan bagi siapapun. Tentu aku harus selalu belajar dari hal ini. Semoga bisa. Amin.
Semoga Allah selalu menurunkan hujan yang penuh keberkahan bagi hamba-hambanya. Dan kita senantiasa bersyukur atas apa dan seberapapun karuniannya. Karena itulah kebahagiaan kita.
O ya hampir lupa, sering saya mengamati bahwa tanaman yang tersiram air hujan akan jauh lebih segar di banding dengan siraman air sumur atau selain air hujan. Selain itu tunas-tunas tanamanpun akan jauh lebih cepat tumbuh karena air hujan. Mungkin dikarenakan air hujan masih natural belum tercampur dengan segala macam zat yang ada di bumi, juga karena hujan penuh dengan keberkhan Allah SWT.
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keuarkan pula)zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang beriman.”(Qs.6:99)
Begitu jelas Allah menerangkan ayat-ayatnya, silakan amati sendiri dan temukan relevansinya dengan ayat di atas.
Subhanallah…smoga aku slalu bisa smart and saleha.

Jimbaran, 5 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hot

Ditulis oleh ayusragen di/pada Desember 23, 2009

Hot! Bener-bener hot cuaca akhir-akhir ini. Tidak hanya di siang hari melainkan juga di malam hari. Maka pantas jika keringat sering berkucuran membasahi tubuh ini.
Udara yang begitu panas ditambah lagi dengan lingkungan hijau yang mulai kering makin membuat suasana panas ini terasa menyengat. Tak tahu kenapa hujan belum juga turun, padahal sudah cukup lama kami menantikannya.
Selain itu air yang seharusnya lancar juga ikut memanaskan kami (suasana hati kami) hal ini dikarenakan air sering mati dengan alasan sumurnya kering. Mau gak mau harus jarang mandi, itung-itung irit air demi prioritaskan kebutuhan lain seperti memasak, cuci baju / piring, maupun kebutuhan B-OL. Maka akhirnya yang terjadi adalah bau badan yang memukau ditengah suasana yang hot!
Mau gak mau biar tetep enjoy dengan kondisi isi adalah iklas, bersyukur dengan kondisi yang ada dan tetap berusaha untuk mendinginkan hati serta fikiran.
Sering juga terpancing mengeluh dengan kondisi ini, tapi toh gak pernah membuahkan hasil dan makin membuat suasan panas dan hampa. Sehampa lagunya ungu, he-he…
Oya, ada yang lebih lucu lagi, bila panas-panas gini banyak orang mencari topi atau penutup kepala lainnya agar tidak kepanasan di siang hari saat keluar rumah, eh lakok suamiku malah menggunduli kepalanya ampe plontos, gak panas mas?!
Ada hikmah dari setiap kejadian, ada hikmah dari setiap apa yang kita dapatkan. Kita harus terus menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah, serta selalu tolabul ‘ilmi dari keluasan ilmunya, tentu supaya kita bisa selalu istiqomah di jalan-Nya, ridho dan sabar akan ujian-Nya, bersyukur apapun yang dikaruniakan-Nya, serta iklas akan semuanya yang telah terjadi pada diri kita.
Panas-panas gini enaknya minum es, mendingan sekarang bagi yang mau silakan buka kulkas masing-masing dan nikmati kesegarannya. Setuju…?!!!
He…….Kalo dah pada minum es, mendingan sekarang kita bahas aja manfaat adanya musim panas alias kemarau ini. Panas bagi sebagian orang sangat ditunggu-tunggu, terutama bagi kalangan industri yang menjadikan panas sinar matahari sebagai salah satu factor utama pendukung produksinya, seperti industri krupuk, mie, batu bata, dll. Sedangkan bagi rumah tangga biasa dipakai buat jemur pakaian, ngeringin kasur,sama…..apa ya? O ya, sama jemur nasi bila sisa, he-he…..Selain itu panas sinar matahari juga sangat dibutuhkan bagi banyak tumbuhan, terutama bagi kelangsungan fotosintesis. Tak terasa udah isa’, sekarang cukup dulu nulisnya.

Jimbaran, 4 Desember 2009
Dwi Rahayu

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kejahatan Internet Merusak Moral Bangsa

Ditulis oleh ayusragen di/pada Mei 10, 2008

Mumbul, 08 April 2008 Dwi Rahayu

Dunia Internet sekarang ini sangat riskan dengan kejahatan, dari kejahatan yang bermotif penipuan sampai kejahatan yang merusak moral bangsa.

Sebenarnya kejahatan-kejahatan di internet yang makin marak sekarang sudah kita ketahui bersama, namun penanganan-penanganan yang bersifat preventif belum membuahkan hasil yang memuaskan. Buktinya kejahatan yang terjadi di dunia maya ini terus memakan korban.

Apa yang dilakukan pemerintah sekarang untuk memblokir situs porno sebenarnya sangat bagus. Jika pelaksanaannya lebih serius dan professional sudah pasti masyarakat Indonesia terbebas dari satu kejahatan di dunia maya ini. Kendati hasilnya sekarang belum memuaskan, tapi kami masih berharap penanganan preventif ini bisa diproses di kemudian hari.

Sementara itu kejahatan-kejahatan lain seperti penipuan , masyarakat harus ikut proaktif untuk mengatasinya. Pastinya masyarakat pengguna dunia maya ini harus mau terus meningkatkan kualitas diri yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kecakapan mengasah informasi yang masuk.

Hal ini diharapkan bisa meminimalkan penipuan-penipuan. Karena biasanya penipuan bisa berhasil disebabkan oleh kondisi SDM korban ( pengalaman, input informasi) sangat rendah, sehingga mudah sekali untuk ditipu daya.

Harusnya masyarakat bisa mengimbangi perkembangan informasi di internet dengan kualitas diri yang mumpuni. Seperti pengasahan kualitas iman yang terus menerus, ilmu agama, ilmu umum ( yang bisa diakses lewat membaca Koran, majalah), serta ilmu bersosialisasi secara benar.

Terkadang masyarakat terlalu percaya dan menggantungkan setiap informasi di media ini. Padahal ternyata tidak semua informasi yang bisa diakses disini benar adanya. Artinya kita sebagai masyarakat pengguna internet harus cerdas memilih website mana yang memiliki kredibilitas dalam menampilkan informasi. Hal ini untuk menjaga kualitas informasi yang kita dapatkan cepat dan benar.

Nah, bagi anda yang hobby menuangkan pikiran lewat tulisan secara cerdas dapat menampilkan di media ini. Selain kita bisa memberikan informasi kepada orang lain, kita juga bisa ikut berpartisipasi mencerdaskan bangsa ini .

Dimana kita berpijak, disitu kita menimba ilmu. Apa yang kita lihat juga menjadi ilmu. Tingkah laku masyarakat, hewan, dan seisi bumi lainnya juga bisa kita jadikan ilmu.

Mencari ilmu lewat media apapun sah-sah saja. Yang terpenting kita bisa menyaring dan mengambil ibroh dari ilmu yang kita dapat . Biar supaya ilmu bisa menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »

Ibu

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 29, 2008

Ibu…aku tau engkau begitu tulus menyayangiku

Dirimu penuh tulus ikhlas untukku

Matamu yang kian keriput memancarkan rindu denganku

Aku tau…engkau ingin selalu bersamaku

Namun aku tau engkau lebih bahagia dengan kebahagiaanku

Walaupun sekarang aku jauh darimu

Panggilan sayang serta rindumu selalu kudengar

Do’a demi do’a pun selalu kau panjatkan untukku

Ya, untuk kebahagiaanku

Perjuanganmu yang gigih dalam membesarkanku takkan pernah kulupakan

Aku ingin bisa membalas semua kebaikanmu Ibu

Aku sayang padamu

Aku ingin selalu dalam hatimu

Sedikit yang bisa kuberikan padamu

Ibu….

Aku bahagia disini

Ibu…Do’amu, tutur katamu menguatkanku

Dirimu penuh kesederhanaan, kepolosan, serta keikhlasan

Aku bangga padamu Ibu

Aku bangga menjadi anakmu

Aku bangga lahir dari rahimmu

Dan aku bangga bersama kesederhanaanmu

Ibu…

Engkau adalah sosok yang mulia dimataku

Karismamu dihatiku takkan pernah tertandingi siapapun

Engkau yang terbaik dari semua yang terbaik

 

Robbi firli wali wali dayya

Warhamhuma kama Robbayani Shoghiro

 

Allahu Akbar!

Bersihkan hati kami selalu ya Robb

Agar setiap yang menyakiti hati kami terobati

Tempatkan kami selalu ke jalanmu yang lurus

Serta dekatkanlah selalu hati kami

Amin.

 

Jimbaran, 05 Desember 2007

Ditulis dalam Lain-lain | Leave a Comment »

Menyesal Menikah………kok tidak dari dulu-dulu

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 29, 2008

Menikah itu asyik kok..itu sudah kami buktikan pasca menikah sampai sekarang tiada beban yang kami rasakan yang terjadi justru sebaliknya. Sempat takut juga sebelum mengawali semua itu , takut begini, begitu dan segudang kecemasan lainnya.

Alhamdullillah dengan penuh keyakinan bahwa Allah menjamin semuanya, maka langkah menjalankan setengah dari dien ini pun terasa ringan dan penuh kenikmatan.

Soal menyatukan dua kepribadian di antarra kami tidak menjadi beban. Keterbukaan, kejujuran dan saling melengkapi di atas dasar ilmu dan iman menjadikan semuanya mudah untuk kami interaksikan.

Saling mengingatkan dalam segala hal yang terlupakan juga kami terapkan. Terutama dalam beribadah, hanya saja saat ini kami belum bisa sholat malam lagi. Aduh jadi malu ! saling mengingatkan ini penting. Ibaratnya seperti menambal jalan-jalan yang rusak agar perjalanan kita lebih mudah sampai tujuan.

Riak-riak kecilpun juga kami lalui . Namun dengan kesabaran satu sama lain tidak menjadi badai yang menghantam biduk yang baru seumur jagung ini.

Menikah penuh dengan berkah dan rizki lho! Ini juga dirasakan oleh suami saya. Maklum, dulu suami waktu masih jomblo suka kebobolan kantongnya , nah sekarang tuturnya setelah nikah rizki mengalir terus walaupun tidak banyak, tetapi tidak kebobolan lagi dan cukup buat kami berdua.

Inilah sekelumit tentang enaknya setelah menikah . Lebih banyak enaknya daripada enggaknya, Kalau nggak percaya coba saja. Pasti nyesel kenapa nggak dari dulu-dulu.

Mumbul, Nusa Dua, 22 Juni 2007

Ditulis dalam Pernikahan | 1 Komentar »

Tempe Mendoan

Ditulis oleh ayusragen di/pada Januari 29, 2008

(Sumber : Herti Arc)
Makanan yang berasal dari jawa, tempe berselimut tepung yang digoreng tidak terlalu kering. Tetapi kalau bikin sendiri, saya justru lebih menyukai tempe digoreng sedikit kering, sampai kalau dimakan ada bunyi kriuk kriuk dari tepungnya.

Bahan:
200 gr tempe, diiris tipis
daun kucai/ daun bawang, diiris, secukupnya
100 gr tepung terigu
250 ml air matang

Bumbu halus:
1 sdt ketumbar bubuk
5 kemiri, goreng sebentar
3 bawang putih
1 sdt garam

Sambal kecap:
Aduk:
5 cabe rawit, iris
1/2 bh tomat, potong kecil
1 sdt bawang goreng
kecap manis

Cara membuat:
Aduk tepung dengan air hingga rata, kemudian tambahkan bumbu halus, dan irisan bawang daun. Celupkan tempe yang sudah diiris tipis kedalamnya, kemudian goreng dalam minyak yang sudah cukup panas. Hidangkan hangat bersama sambal kecap.

(Selera Nusantara , sumber berbagai resep masakan Indonesia / makanan Indonesia , ada resep minuman Indonesia juga loh….)

sumber :    seleranusantara.blogspot.com/2007/10/tempe-me…

Ditulis dalam Kue & Snack, Lauk Pauk | Leave a Comment »